Tuesday, August 16, 2011

UNTUNG RUGI PENGEMBANGAN KELAPA SAWIT


Perkembangan areal kelapa sawit terus meningkat. Minyak sawit dan minyak inti sawit digunakan sebagai bahan pangan dan non pangan.
Untuk pangan, minyak sawit atau minyak inti sawit berguna sebagai bahan untuk membuat minyak goreng, lemak pangan, margarin, lemak khusus, kue, biskuit, es krim dan lain-lain.
Untuk non pangan minyak sawit atau minyak inti sawit berguna sebagai bahan untuk membuat sabun, deterjen, surfaktan, pelunak, pelapis, pelumas, bahan bakar mesin diesel, kosmetik dan sebagainya.
 
POHON INDUSTRI BERBASIS KELAPA SAWIT 
(Palm Tree-Based Industry)
Dampak  negatif pengembangan luas perkebunan kelapa sawit adalah kerusakan lingkungan hidup yang diakibatkan oleh konversi hutan menjadi perkebunan kelapa sawit sbb:
Dapat merusak habitat hutan alam sehingga menghancurkan seluruh kekayaan hayati hutan yang tidak ternilai harga dan manfaatnyasehingga mengubah landscape hutan alam secara total; dapat merusak seluruh ekosistem Daerah Aliran Sungai (DAS); dapat meningkatnya aliran permukaan (surface runoff), tanah longsor,erosi dan sedimentasi akibat pembersihan lahan (setelah kayunya ditebang) dilakukan dengan cara pembakaran; pembersihan rumput dan tumbuhan bawah secara menerus, padahal rumput dan gulma berperan sangat penting dalam mengendalikan laju erosi dan aliran permukaan sebab keberadaan pepohonan kelapa sawit yang tanpa diimbangi oleh pembentukan serasah dan tumbuhan bawah dapat meningkatkan laju erosi permukaan; pembangunan perkebunan memerlukan pembangunan jalan, dari jalan utama hingga jalan inspeksi, serta pembangunan infrastruktur (perkantoran, perumahan), termasuk saluran drainase. Kondisi ini apabila tidak dilakukan dengan baik (biasanya memang demikian) akan semakin mempercepatnya air hujan mengalir menuju ke hilir sehingga peresapan air menjadi terbatas dan peluang terjadinya banjir dan tanah longsor akan meningkat; pohon kelapa sawit sebagai pohon yang cepat tumbuh (fast growing species) dikenal sebagai pohon yang rakus air, artinya pohon ini memiliki laju evapotranspirasi (penguap-keringatan) yang tinggi yaitu setiap pohon sawit memerlukan 20 – 30 liter air per-hari sehingga mengurangi ketersediaan air.
Dampak negatif terhadap lingkungan menjadi semakin bertambah karena pembangunan perkebunan kelapa sawit tidak hanya terjadi pada kawasan hutan konversi, melainkan juga pada kawasan hutan produksi, hutan lindung, dan bahkan di kawasan konservasi.

GREEN GOLD - INDONESIA: How green are biofuels made from palm oil? In Indonesia, forests are being felled to make way for palm oil plantations. Deforestation is now the world's second greatest cause of greenhouse gas.
Kelapa sawit (Elaeis) adalah tumbuhan industri penting penghasil minyak masak, minyak industri, maupun bahan bakar (biodiesel). Perkebunannya menghasilkan keuntungan besar sehingga banyak hutan dan perkebunan lama dikonversi menjadi perkebunan kelapa sawit. Indonesia adalah penghasil minyak kelapa sawit terbesar di dunia. Di Indonesia penyebarannya di daerah Aceh, pantai timur Sumatra, Jawa, dan Sulawesi.
(www.wikipedia.org) 


EXCLUSIVE SITE
PARADISE ON EARTH







PROFIT AND LOSS OF OIL PALM


The development of oil palm acreage continues to increase. Palm oil and palm kernel oil is used as food and non food.
For food, palm oil or palm kernel oil is useful as a material for making cooking oil, fatty foods, margarine, specialty fats, cakes, biscuits, ice cream and others.
For non-edible palm oil or palm kernel oil is useful as an ingredient for making soaps, detergents, surfactants, plasticizers, coatings, lubricants, diesel engine fuel, cosmetics and so on.



The negative impact of the development of vast oil palm plantations is the environmental damage caused by the conversion of forests into oil palm plantations as follows:
Can damage the natural forest habitat thus destroying the entire wealth of invaluable forest biodiversity and manfaatnyasehingga price of natural forest landscape change in total; can destroy entire ecosystems Watershed (DAS); can increase surface runoff (surface runoff), landslides, erosion and sedimentation due to land clearing (after the timber cut) is done by burning; cleaning of grass and plants under continuously, while grass and weeds is very important role in controlling the rate of erosion and surface flow because the presence of palm trees without offset by the formation of plant litter and under can increase the rate of surface erosion; estate development requires the construction of roads, from main road until the road inspection, as well as infrastructure development (office, residential), including drainage channels. This condition, if not done properly (it usually does) will further accelerate the rain water to flow toward the downstream so that water infiltration is limited and the chances of flooding and landslides will increase; palm tree as a fast-growing trees (fast growing species) is known as a greedy tree water, which means that this tree has a rate of evapotranspiration (evaporator-sweating) are high, every palm tree requires 20-30 liters of water per day, thereby reducing the availability of water.
Negative impact on the environment is becoming increasingly more because oil palm plantation development does not only occur in forest conversion, but also on production forest, protected forest, and even in conservation areas. 




   





REPLANT: Tanami kembali lahan tandus dan hutan yang telah gundul.







REDUCE: Kurangi penggunaan bahan-bahan yang dapat merusak lingkungan.







REUSE: Gunakan kembali barang bekas yang masih layak pakai.







RECYCLE: Daur ulang barang bekas menjadi produk baru.







JL. NASIONAL NO. 9  GAMPONG PADANG, KECAMATAN SEUNAGAN, 
KABUPATEN NAGAN RAYA, PROVINSI ACEH, INDONESIA  23671 

CONTACT PERSON: 
SAMSUIR HUSAINI, SP  
(e-mail: lsm.greennusa@gmail.com, pon2ja@gmail.com)


1 comment: