Showing posts with label FOUR R’s: FOUR GREAT WAYS PROTECT YOUR ENVIRONMENT. Show all posts
Showing posts with label FOUR R’s: FOUR GREAT WAYS PROTECT YOUR ENVIRONMENT. Show all posts

Thursday, December 22, 2011

EXCLUSIVE SITE

GREENNUSA, NAGAN RAYA
Non-Governmental Organization (LSM) Greennusa, abbreviated "GREENNUSA" stand on December 13, 2010 at the Gampong Padang, Nagan Raya, Aceh, Indonesia.Intent and purpose of its formation is as a container community to participate in conservation and environmental management with the slogan "bestari perlaku ~ lestari perlaku"

Program activities Greennusa include reforestation, a survey of environmental management, environmental management supervision carried out by various parties, legal education to the public about environmental issues, education and training on environmental issues, the establishment of environmental rescue groups, and other activities relate to the intent and purpose of LSM Greennusa.

....sambungan dari Mutually Exclusive Alternatives

...“MacKinnon mengkaji kondisi Daerah Aliran Sungai  dari 11 proyek irigasi di Indonesia. Kondisi daerah tangkapan air bervariasi mulai dari keadaan hampir utuh sampai dengan kerusakan parah akibat pengundulan hutan, pembalakan dan pemukiman. Daerah tangkapan air kurang dan bahkan tidak dilindungi dengan baik oleh pemerintah melalui departemen terkait. Padahal dengan mempergunakan biaya yang baku untuk pembangunan batas-batas alam yang sesuai, pembangunan pos jaga, pengangkatan penjaga dan pembelian perlengkapan dasar, biaya penghijauan, pemukiman kembali penduduk dalam beberapa kasus, ditaksir biaya yang diperlukan untuk melindungi daerah aliran sungai sebagaimana mestinya hanya 1 persen dari biaya pembangunan proyek irigasi agar kawasan tangkapan air tetap utuh dan hanya mencapai 5 persen bilamana diperlukan penghijauan yang cukup luas, serta maksimum 10 persen dari biaya pembangunan bilamana diperlukan pemukiman kembali dan penghijauan. Secara keseluruhan, biaya ini tidak ada artinya bila dibandingkan dengan prakiraan menurunnya efesiensi dalam sistim irigasi yang mencapai 30 sampai dengan 40 persen akibat dari daerah tangkapan air dan daerah aliran sungai tidak dijaga sebagaimana mestinya (MacKinnon, K., et al, 1990 : 86-87)”. 

Relevansi kutipan di atas dengan kondisi terkini Nagan Raya, yaitu:
Bahwa ada aktifitas pengambilan batu gunung (masyarakat lokal menyebutnya batu gajah karena berukuran besar) dengan cara penghancuran areal hutan dan bukit,  pembangunan pemukiman, jalan, perladangan serta perkebunan di daerah tangkapan air (hulu) dan di sepanjang DAS sungai Krueng Nagan yang merupakan satu-satunya sumber air bagi Irigasi Jeuram. Jika keadaan ini terus berlanjut maka dalam waktu yang tidak terlalu lama akan berimbas pada gagal tanam puluhan ribu hektar usahatani padi masyarakat Beutong, Seunagan Timur, Seunagan, Suka Makmur dan Kuala,  Nagan Raya.


Dalam hal ini, aktifitas mana yang paling 'exclusive' dan  kegiatan 'alternanatives' apa yang paling ber-'mutually' ?



DAFTAR PUSTAKA
MacKinnon, K., et.al., Pengelolaan Kawasan yang Dilindungi di Daerah Tropika, Gadjah Mada
=======================
..."MacKinnon examines the condition of the Watershed of 11 irrigation projects in Indonesia. Condition of the catchment area varies from state almost intact up to severe damage caused by pengundulan forests, logging and settlement. Catchment is less and even not well protected by the government through the relevant departments. Though using the standard cost for the construction of the natural boundaries of appropriate, gatehouse building, appointment of guardians and the purchase of basic supplies, the cost of reforestation, resettlement of the population in some cases, the estimated costs necessary to protect the watershed as it should be only 1 percent of construction costs of irrigation projects so that the water catchment area remains intact and only 5 percent when required ample greenery, and a maximum of 10 percent of construction costs where appropriate resettlement and greening. Overall, this cost is nothing when compared with forecasts of declining efficiency in irrigation systems that reach 30 to 40 percent as a result of catchment and river basin is not maintained properly (MacKinnon, K., et al, 1990: 86-87) ".



The relevance of the quote above with the current condition of Nagan Raya, namely:
That there is activity taking mountain stone (local call because a large stone elephant) by means of the destruction of forest and hill areas, the construction of settlements, roads, fields and plantations in the catchment (upstream) and along the river basin Krueng Nagan which is the sole source of water for Irrigation Jeuram. If this situation continues then in the not too long will affect tens of thousands of hectares of crop failures rice farming communities Beutong, Seunagan East, Seunagan, Suka Makmur and Kuala, Nagan Raya.
In this case, the activities which are the most 'exclusive' and activities 'alternanatives' what is most precious 'mutually'? ).

===================
art:

Cecilia Gallerani as The Lady with an Ermine

Lady with an Ermine is a painting by Leonardo da Vinci, from around 1489–1490. The subject of the portrait is identified as Cecilia Gallerani, and was probably painted at a time when she was the mistress of Lodovico Sforza, Duke of Milan, and Leonardo was in the service of the Duke.
The painting is one of only four female portraits painted by Leonardo, the others being the Mona Lisa, the portrait of Ginevra de' Benci and La belle ferronnière. It is displayed by the Czartoryski Museum, Kraków, Poland and is cited in the museum's guide as the first truly modern portrait. When exhibited in The Museum of Fine Arts, Houston, it was described as "signal[ling] a breakthrough in the art of psychological portraiture".

Cecilia Gallerani (1473–1536) was the favourite and most celebrated of the many mistresses of Ludovico Sforza, known as Lodovico il Moro, Duke of Milan. She was the subject of Leonardo da Vinci's painting The Lady with an Ermine (c. 1489). While posing for the painting she invited Leonardo, who at the time was working as court artist for Sforza, to meetings at which Milanese intellectuals discussed philosophy and other subjects. Cecilia herself presided over these discussions.

LSM GREENNUSA
'LISA (2011). Hasil karya LSM Greennusa, Samsuir Husaini, SP. Model animasi adalah Lukisan Monalisa hasil karya Leonardo da Vinci. Daya tarik lukisan adalah matanya yang berkedip dengan latar belakang pemandangan air terjun yang indah dan hidup... 








REPLANT: Tanam pohon pada lahan tandus dan hutan yang telah gundul.







REDUCE: Kurangi penggunaan bahan-bahan yang dapat merusak lingkungan.







REUSE: Gunakan kembali barang bekas yang masih layak pakai.







RECYCLE: Daur ulang barang bekas menjadi produk baru.




 

JL. NASIONAL NO. 9  GAMPONG PADANG, KECAMATAN SEUNAGAN, 
KABUPATEN NAGAN RAYA, PROVINSI ACEH, INDONESIA  23671 

CONTACT :
(e-mail: lsm.greennusa@gmail.com, pon2ja@gmail.com)









 








Saturday, October 29, 2011

MENJAGA HUBUNGAN MANUSIA DENGAN BUMI AGAR TETAP HARMONIS


Saat ini hubungan manusia dengan bumi sebagai pendukung  kehidupan memang berlangsung tidak harmonis. Kondisi lingkungan yang tidak terjaga dan terawat dengan baik serta pemanfaatan dan eksploitasi sumber daya alam yang tidak memperhitung kelestarian lingkungan menyebabkan kerusakan lingkungan yang semakin parah. Permasalahan semakin bertambah berat dan komplek karena secara alamiah jumlah penduduk dunia juga semakin terus meningkat ditengah kemampuan bumi untuk mendukung kehidupan makluk hidup yang semakin berkurang. Dengan kondisi begini, jika seluruh variabel peningkatan masalah lingkungan dan pertambahan penduduk dikorelasikan dengan prospek tingkat kemampuan bumi untuk mendukung sistim kehidupan, maka dalam waktu yang tidak terlalu lagi ‘riwayat bumi’ beserta seluruh isinya akan segera ‘berakhir’.
Saat ini, walaupun masalah lingkungan sudah dalam tahap yang mengkhawatirkan (emerjensi), namun sebagian besar masyarakat dunia dan turut serta para ‘tokoh-pemegang kekuasaan’ baik formal maupun non-formal; mulai dari lembaga pemerintah sampai dengan non-pemerintah yang sebenarnya ‘dapat berbuat lebih banyak’ untuk  mengatasi masalah tersebur. Namun kenyataannya, sebagian besar para ‘top-publik figur’ itu, baik dari kelompok politisi, usahawan, birokrat, teknokrat, ilmuan, seniman maupun tokoh agama, mungkin karena mereka belum tahu, kurang tahu atau tidak mau tahu tentang kondisi bumi terkini yang sedang sakit, atau barangkali juga, karena mereka telah terlalu disibukkan oleh profesi dan pekerjaannya masing-masing sehingga seluruh pemikiran dan tindakannya selalu berbenturan dengan prinsip pelestarian lingkungan (environmentalism).
Dalam rangka mengatasi berbagai permasalahan di atas;  dan untuk menjaga agar umat manusia dari terbebas dari ancaman kepunahan akibat krisis lingkungan hidup, maka LSM Greennusa - Nagan Raya menawarkan beberapa ide dan solusi yang dapat dilaksanakan oleh berbagai negara (pemerintah) di seluruh dunia, yaitu: 

(1) Perusakan Lingkungan Hidup oleh berbagai sebab dan oleh berbagai kalangan harus segera dihentikan, serta segera memperbaiki lingkungan yang telah terlanjur rusak;

(2). Setiap organisasi, baik pemerintah maupun non-pemerintah harus mengalokasikan dana untuk memperbaiki serta menjaga/melestarikan lingkungan hidup minimal 10 (sepuluh) persen dari total anggaran tahunan dan seluruh kegiatan serta kebijakan organisasi harus tidak bertentangan dengan kebutuhan dan prinsip-prinsip pelestarian lingkungan;

(3).  Memasukkan Materi Pendidikan Lingkungan Hidup ke dalam kurikulum di setiap jenjang pendidikan formal (sekolah) dan bagi setiap individu yang sudah dewasa namun tidak/belum mendapat pendidikan formal (tidak/belum bersekolah) harus diberikan pemahaman tentang masalah lingkungan hidup melalui pendidikan kilat (diklat) atau penataran;

(4). Mewajibkan kepada media massa (surat kabar, radio, TV, dan sebagainya) untuk menyiarkan program acara berbentuk materi kampanye pelestarian lingkungan hidup minimal 10 (sepuluh) persen dari seluruh program acara siarannya;

(5).   Membuat Undang-undang yang mengatur tentang:
Kegiatan dan kebijakan oleh berbagai pihak yang bertentangan dengan maksud dan isi yang terdapat dalam Point (1), (2), (3), dan (4)  harus dikatagorikan sebagai suatu kejahatan berat.

LSM GREENNUSA
Samsuir Husaini, SP







ACTIONS TO SAVE THE ENVIRONMENT

IF YOU WANT TO 
PARTICIPATE WITH US.








EARTH
        Earth is an ocean planet. Our home world's abundance of water -- and life -- makes it unique in our solar system. Other planets, plus a few moons, have ice, atmospheres, seasons and even weather, but only on Earth does the whole complicated mix come together in a way that encourages life -- and lots of it.
Behold one of the more detailed images of the Earth yet created. This Blue Marble Earth montage shown above -- created from photographs taken by the Visible/Infrared Imager Radiometer Suite (VIIRS) instrument on board the new Suomi NPP satellite -- shows many stunning details of our home planet, more...
(NASA)



    
    PENTING JUGA DILIHAT HALAMAN YANG BERIKUT INI :



ENERGY CRISIS IS THE CAUSE OF LIFE CRISIS (ENERGI, PENYEBAB KRISIS KEHIDUPAN)
THE POWER OF LIFE
EARTH AND SUN (BUMI DAN MATAHARI)
FUTURE OF THE EARTH
AESTHETICS AND BEAUTY
PROFIL, LOGO, SEMBOYAN DAN KEGIATAN LSM GREENNUSA
PROFIT AND LOSS OF OIL PALM (UNTUNG RUGI PENGEMBANGAN KELAPA SAWIT)
MUTUALLY EXCLUSIVE ALTERNATIVES
INFO: THE CAUSES OF POLLUTION BY MOTOR VEHICLES (INFO: POLUSI KENDERAAN)
NATURAL ENVIRONMENT
FULL MOON (PURNAMA)         
    
















REPLANT: Tanami kembali lahan tandus dan hutan yang telah gundul.







REDUCE: Kurangi penggunaan bahan-bahan yang dapat merusak lingkungan.







REUSE: Gunakan kembali barang bekas yang masih layak pakai.







RECYCLE: Daur ulang barang bekas menjadi produk baru.